Tampilkan postingan dengan label Belanja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belanja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Maret 2014

5 Cara Cerdas Redakan Stres Karena Utang

 

5 Cara Cerdas Redakan Stres Karena Utang
Image by : Istimewa
Kekhawatiran soal uang dapat memicu tekanan mental dan fisik. Utang – salah satu soal keuangan – ternyata memberikan dampak yang kurang baik pada kesehatan mental dan fisik.

“Utang adalah salah satu penyebab stres dalam hidup yang tidak dapat hilang begitu saja,” ujar Kelly McGonigal, psikolog kesehatan dari Stanford University. “Yang bahaya dari utang adalah betapa kronis dan menyerapnya hal itu, Kebanyakan penyebab stres dalam hidup – kecelakaan mobil, perceraian, kematian anggota keluarga – terjadi, kemudian selesai. Tubuh kita didesain untuk merespon keadaan darurat ini, lalu bangkit kembali. Sementara berutang uang dapat menyebabkan Anda berada di posisi tidak dapat keluar.”

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa mereka yang memiliki utang, pada umumnya membutuhkan perawatan kesehatan yang lebih. “Utang tak hanya buruk untuk kesehatan secara keseluruhan: Jumlah yang Anda khawatirkan, tapi pada saat yang sama ada perasaan tak berdaya,” ujar Kelly. 

Namun kunci secara emosional, psikologis dan perilaku tentang bagaimana Anda mengambil keputusan finansial menunjukan ada cara yang sehat untuk mengatur dan menghabiskan uang. Yang ternyata juga mampu mengurangi secara signifikan rasa stres yang Anda alami. 

Mempunyai pemahaman yang benar tentang uang. Menurut David Krueger, seorang pelatih keuangan dan mantan psikiater di Houston, Texas, kebanyakan dari kita menggunakan uang“mengatakan” siapa kita. “Anda memberikan uang makna untuk diri Anda, dan menggunakan uangsetiap hari untuk menceritakan tentang diri Anda, misalnya soal kebebasan, kekuasaan, dan bukti kesuksesan atau sebagai jalan menuju kesempatan.” Identifikasikan hubungan Anda dengan uang, lalu gali lebih dalam apa saja nilai dari uang. Tanyakan kepada diri Anda: kenapa barang bermerek yang mahal begitu penting bagi imej saya? Mengapa memiliki uang sangat penting sampai-sampai saya harus bekerja sampai tengah malam? Hati-hati dengan jawaban Anda, dan tuliskan di selembar kertas jwaban tersebut. Hal ini akan membantu Anda memiliki pemikiran yang tepat tentang uang, di mana tahap awal adalah mengambil alih kembali kendali bagaimana Anda menghabiskannya. “Begitu pikiran Anda tepat, baru Anda dapat membuat sebuah rencana untuk menyelesaikan permasalahan,” tegas David. 

Mengenali bahwa utang menciptakan kebebasan semu. “Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa orang yang stres justru ingin mengambil lebih banyak utang untuk merasa berkuasa,” ujar Kelly. Jadi, sekalipun Anda telah menghabiskan limit kartu kredit, misalnya, Anda bakal merasakan kebebasan ketika berhasil menaikan limit kartu kredit tersebut, atau justru mendapatkan kartu kredit baru. Ini berkaitan dengan persepsi jangka pendek dan jangka panjang. “Memang benar Anda menambah utang, namun anda justru merasa memiliki sumber daya yang tersedia untuk Anda, dan pemikiran itu melegakan beberapa orang,” kata Kelly. Hati-hati dengan ilusi jangka pendek ini, dan pertimbangkan biaya di jangka panjang ketika meningkatkan limit kartu kredit, menambah kartu baru, bahkan membeli sesuatu dengan kredit.

Ciptakan “otot pengendalian diri”. Roy Baumeister, seorang spikolog sosial di Florida State University, baru-baru ini mempelajari disiplin mental dengan menggelar penelitian dan menunjukan bahwa kita harus memiliki energi yang kuat untuk mengendalikan diri. Dengan kata lain, kemampuan Anda untuk menahan keinginan berbelanja lama kelamaan bisa kelelahan. Namun anda tetap bisa memberikan dorongan. “Catat semua pengeluaran harian dengan menuliskan semuanya, dan pikirkan benar-benar angka yang menjadi hasil akhir,” ujar Kelly. “dengan melakukan hal tersebut dapat secara efektif melatih, dan dengan demikian memperkuat otot pengendalian diri Anda.”

Jangan berbelanja saat sedang ‘down’. Sebuah penelitian yang dimuat pada Journal of Experimental Social Psychology, menunjukkan bahwa kita senang berbelanja barang-baranag yang dapat menaikkan status, dan membeli barang mahal dengan kredit, terutama saat ego kita terancam – hal ini bisa disebabkan berbagai hal, dari melihat berita buruk di teve, sampai tidak mendapatkan promosi dalam pekerjaan. “Penjelasan ekonomi – bahwa orang membeli barang-barang mahal karena ingin mendapatkan sinyal positif tentang diri mereka terhadap orang lain – masih belum lengkap,” ujar penulis penelitian tersebut, Niro Sivanathan, asisten profesor perilaku berorganisasi di London Business School. Walau demikian, penelitian Niro menunjukkan tindakan membeli tiket mahal adalah untuk membuat si pembeli merasa nyaman. Namun, penulis juga menemukan obatnya: Ketika partisipan merefleksikan nilai-nilai yang nmenurut mereka penting, seperti hubungan kekeluargaan, kesehatan, dan eksistensi diri, keinginan untuk membeli barang-barang bagus menurun.

Hati-hati dengan sikap masa bodoh. Istilah lain dari sikap ini adalah “violation response”, dan intinya ini adalah kecenderungan untuk berbelanja lebih banyak untuk membuat seseorang merasa lebih baik karena berutang. “Sebuah penelitian menunjukkan bahwa semakin Anda kewalahan, semakin anda merasa berbelanja dapat membuat perasaan lebih baik,” ujar Kelly. Tentu saja ini adalah lingkaran setan, karena penyesalan sesudah belanja menyebabkan stres. “Itu sebabnya sangat penting untuk memperhatikan respon Anda ketika Anda melakukan sesuatu yang tidak konsisten dengan tujuan keuangan Anda. Bila Anda lebih memperhatikan dorongan emosional, maka Anda akan dapat menahan diri untuk membelanjakan uang untuk sesuatu yang tidak Anda perlukan,” tegas Kelly. (Sumber: rd.com)

5 Kesalahan Karyawan Saat Lebaran


5 Kesalahan Karyawan Saat Lebaran
Image by : Istimewa/Hasim
Usai hari raya Lebaran, hampir sebagian besar orang mengeluh kehabisan uang. Mereka kemudian melakukan penghematan gila-gilaan, dan minimal dua bulan setelahnya baru kondisi berangsur normal.
Dan keadaan tersebut terjadi terus-menerus, berulang dari tahun ke tahun, seolah-olah memang sudah menjadi kewajaran untuk bangkrut seusai merayakan hari kemenangan. Bahkan mungkin ada yang beranggapan kalau tidak bangkrut, maka Lebaran kurang afdal. 

Padahal tidak demikian tentunya. Seharusnya semua berjalan normal, seperti bulan-bulan lain. Lebaran seharusnya dirayakan dengan khidmat, dan penuh perhitungan. Apalagi saat Lebaran para karyawan memperoleh THR alias Tunjangan Hari Raya, yang jumlahnya minimal satu bulan gaji. Artinya, ada ruang bagi karyawan untuk berbuat sesuatu.

Jadi, apa yang salah? Coba simak lima kesalahan yang sering dilakukan para karyawan saat Lebaran.

  1. Tidak punya persiapan. Bulan Ramadan dan Lebaran pasti terjadi setiap tahun. Layaknya rencana berlibur, Ramadan dan lebaran juga seharusnya direncanakan dengan saksama. Buat tabungan khusus untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran, misalnya dengan membuat tabungan berjangka, atau malah menginvestasikan uang setiap bulan untuk keperluan ini. Atau, bagi uang Anda menjadi tiga pos: Ramadan, Lebaran, pasca Lebaran.
  2. Tidak pernah menghitung. Berapa bujet yang Anda persiapkan selama bulan Ramadan dan Lebaran? Pasti Anda sulit menjawab. Karena kebanyakan orang hanya sibuk mempersiapkan bujet untuk kegiatan mudik, tidak demikian halnya dengan bujet yang lain. 
  3. Tidak pernah menyimpan THR. Mengapa Anda tidak bisa menyisihkan THR untuk ditabung? Karena dua hal di atas: tidak punya persiapan dan tidak pernah menghitung. Seyogyanya dari dana THR yang diterima, Anda bisa menyisihkan antara 20-30 persennya untuk disimpan. Ke mana menyimpan dana sisihan itu? Bisa Anda masukkan ke tabungan khusus untuk Ramadan dan Lebaran tahun depan, bukan? Atau Anda jadikan sebagai modal awal berinvestasi, misalnya via reksadana. 
  4. Tidak menanamkan nilai-nilai yang luhur soal Ramadan dan Lebaran. Bagi sebagian besar masyarakat, Lebaran selalu identik dengan segala sesuatu yang serba baru. Baju baru, celana baru, sepatu baru, perabotan rumah tangga baru dan sebagainya. Padahal nilai-nilai penting dari Ramadan dan Lebaran bukanlah itu, dan Anda tidak perlu memaksakan diri. Dengan demikian kesadaran Anda dan keluarga sadar akan nilai-nilai sesungguhnya dari Ramadan dan Lebaran pada akhirnya menumbuhkan sikap berhemat. Bukankah Tuhan tidak menyukai bila kita bersikap boros? Jadi, sikapi seperlunya, jangan paksakan diri. 
  5. Tidak pernah menyimpan bonus. Anda pasti bertanya-tanya, apa hubungannya bonus dengan Ramadan dan Lebaran? Sangat erat. Jika Anda ingin mengurangi beban keuangan dan memperlancar arus kas, rangkaian pendapatan Anda dalam setahun merupakan dasar bersikap dalam menghadapi acara-acara penting dalam kehidupan Anda, seperti Ramadan dan Lebaran. Jika Anda mengambil pendekatan yang memandang ini secara keseluruhan – bukan sebagian atau per kegiatan – maka hal itu akan lebih mudah diolah. Istilahnya, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul: beban keuangan yang berat saat Ramadan dan Lebaran, dipikul bersama dengan pendapatan-pendapatan tetap dan tambahan Anda selama setahun. 

Minggu, 09 Maret 2014

Belanja Hemat Bahan Makanan

Semakin hari, harga barang-barang semakin melonjak, termasuk harga bahan makanan. Sebelum Anda terhenyak melihat angka yang harus dibayar di kasir dan dengan berat hati merogoh kocek semakin dalam, simak panduan kami agar lebih hemat saat berbelanja bahan makanan. 


Jauh-jauh Hari
Sudah bukan rahasia lagi jika menjelang hari raya harga kebutuhan barang  pokok melonjak. Jadi, sebaiknya Anda berbelanja jauh hari sebelumnya. Mari berhitung sederhana: seminggu menjelang hari raya harga barang sudah naik 20 persen, dan Anda sudah belanja di bulan sebelumnya saat harga barang masih standar, berarti Anda sudah berhemat sebanyak 20 persen, bukan?

Rajin Mengecek
Sebelum berbelanja, rajinlah ”bergerilya” memeriksa iklan promo di koran atau selebaran supermarket dan bandingkan harganya. Anda bisa mendapatkan harga suatu bahan makanan lebih murah di satu toko, bahan makanan lainnya dengan harga miring di toko lain. Supermarket A mungkin memiliki promo daging murah, sementara supermarket B justru mendiskon telurnya. Intinya, rajin mengecek harga.

Kualitas Makanan Beku
Kesegaran makanan yang terjamin dan tahan lama juga berdampak pada pundi-pundi Anda. Bayangkan saja bila daging beku yang Anda beli untuk disimpan ternyata cepat busuk. Akibatnya, Anda harus merelakan diri merogok kocek lagi. Belilah makanan beku di pusat penjualan daging yang memiliki lemari pendingin canggih atau bereputasi baik, sehingga kualitas dan kesegarannya terjamin.

Patungan Berbelanja
Jangan dulu tertawa mendengar kata yang satu ini. Anda akan mengakui manfaatnya saat melihat ada tawaran potongan harga untuk porsi besar bahan makanan. Ajak teman-teman Anda berbelanja patungan untuk mendapatkan potongan harga.

Perhatikan Netto
Berencana memasak sop daging untuk hari raya? Bandingkan harga daging yang masih lengkap dengan daging yang tanpa tulang. Walaupun tampaknya lebih mahal, tapi daging tanpa tulang bisa jadi lebih menguntungkan, karena harga yang dihitung sudah merupakan harga netto. Ini berarti Anda mendapatkan daging yang lebih banyak.

Jeli Memilih
Pilihlah daging berkualitas bagus. Daging yang empuk dan cepat diolah akan menghemat energi. Ini berarti Anda dapat menyisihkan uang jatah membeli gas untuk keperluan lainnya. Jangan membeli daging yang alot, karena bahan bakar saat memasak juga pasti lebih boros.  BandingkanJangan lupa bandingkan harga daging dalam bongkahan besar atau potongan lebih kecil. Daging dalam bongkahan besar bisa diolah dengan sayatan tipis yang dipanggang untuk sarapan atau pengganti sosis.

Ayam Utuh
Seringkali Anda mungkin tergoda membeli bagian-bagian ayam yang sudah siap dimasak, seperti kemasan isi paha atau kemasan isi dada. Namun bila ingin sedikit bersusah-susah dan berhemat, belilah sepotong utuh ayam. Dada dan paha ayam bisa diolah sebagai hidangan utama, dan bagian potongan lain dari ayam bisa dimanfaatkan untuk resep olahan pendamping. Tulang ayam pun bisa dibekukan untuk dimasak sop lain kali atau dibuat sebagai kaldu.

Ikan
Berbelanja ikan juga bisa menyiasati pundi-pundi, karena banyak pilihan ikan darat dengan harga lebih bersahabat dari daging atau ayam. Selain itu, Anda bisa memilih ikan segar dengan harga murah tanpa harus khawatir nilai gizinya kurang dari ikan yang mahal. Kuncinya, pastikan ikan dalam keadaan segar.

Perhatikan Tanggal
Kebanyakan supermarket akan menurunkan harga daging yang sudah mendekati tanggal kadaluarsa. Jadi, bila Anda berencana membuat olahan makanan dari daging untuk hari ini juga, tidak ada salahnya membeli daging yang didiskon tersebut. Dengan catatan, tentunya daging tidak disimpan lagi di dalam kulkas dan benar-benar harus dimasak hari ini juga.

Belanja Buah
Walaupun harga barang-barang kebutuhan pokok naik, tetapi tidak berlaku hukum yang sama pada buah-buahan. Jelilah memperhatikan musim. Jika ingin berbelanja buah, pilih buah yang sedang pada musimnya, atau justru pilh buah yang ada sepanjang tahun, seperti pisang, pepaya, dan semangka.

Alternatif Minyak
Bila dalam keluarga Anda tidak ada yang menderita kelebihan kolesterol, berbelanja minyak sayur atau sawit untuk memasak bisa dipertimbangkan karena harganya jauh lebih murah daripada minyak jagung atau minyak bunga matahari.

Berbelanja dengan cermat, membuat Anda sukses berhemat!

Kamis, 06 Maret 2014

5 Sumber Keuangan Darurat Anda

 

5 Sumber Keuangan Darurat Anda
Image by : Istimewa
Tiba-tiba sebagian atap rumah Anda ambruk, saat sedang musim hujan. Padahal Anda sedang tidak punya dana untuk memperbaiki. Dibiarkan saja juga mustahil. Lalu, ke mana Anda bisa mendapatkan sumber-sumber keuangan agar atap tersebut – atau keadaan genting lain – bisa Anda atasi?
Pertanyaan tentang dana yang bisa dipakai dalam keadaan genting atau darurat, pasti seringkali melintas dipikiran Anda. Namun kalau hanya melintas di pikiran, tentu saja tidak akan bermanfaat. Anda harus mendapatkan cara nyata agar saat keadaan genting terjadi, uang bisa ada di tangan untuk mengatasinya.

Dana darurat. Seluruh perencana keuangan kerap mengatakan pentingnya memiliki dana darurat. Jumlahnya beragam, ada yang cukup 6 kali pengeluaran bulanan, 12 kali pengeluaran bulanan, bahkan 36 kali pengeluaran bulanan. Konsep yang sangat baik diterapkan jikalau Anda memang memiliki dana untuk disimpan sebagai dana darurat. Kalau tidak ada uang untuk disimpan? Sayangnya, Anda harus memaksakan diri memiliki dana darurat, berapapun nilainya. Yang terpenting Anda memiliki target tertentu tentang jumlah yang hendak dituju. Ingat, menabung demi tujuan akan membuat Anda lebih bersemangat menabung, tak terkecuali menabung untuk dana darurat.

Pegadaian. Gadaikan barang yang cukup berharga untuk mendapatkan sumber uang tambahan. Bisa berupa perhiasan emas atau barang elektronik dan sebagainya. Yang harus Anda ingat adalah karakteristik gadai adalah hanya untuk jangka pendek. Untuk jangka panjang, bunganya lumayan tinggi. Tak heran, karena bunga tinggi adalah kompensasi dari kemudahan yang ditawarkan oleh pegadaian. Itu sebabnya, kalau Anda memiliki dana, upayakan membeli barang yang memiliki nilai gadai seperti emas – perhiasan maupun batangan. Sementara itu, untuk alat elektronik, pegadaian memang tetap menerima, walau demikian nilainya sangat kecil. Bagi Anda yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil atau PNS, ternyata surat pengangkatan Anda juga bisa digadai.

Jamsostek. Sebagai karyawan, Anda diwajibkan menjadi anggota Jamsostek alias jaminan sosial tenaga kerja. Nah, kartu atau keanggotaan Anda di Jamsostek ternyata memiliki nilai rupiah juga, lho. Anda dapat memeriksa nilainya lewat situs Jamsostek. Atau, ternyata kartu tersebut juga bisa dijadikan agunan atau prasyarat untuk mengajukan permohonan kredit tanpa agunan (KTA) di sejumlah bank. Maksudnya, dengan menunjukkan kartu Jamsostek Anda bisa lebih mudah mengajukan kredit, dengan kemungkinan disetujui besar pula. Walau demikian, KTA juga memiliki bunga yang tinggi, apalagi bila dibandingkan dengan kredit dengan agunan. Namun demikian, seperti halnya pegadaian, bunga tersebut untuk mengompensasi segala kemudahan yang diberikan.


Kredit Tanpa Agunan. Hampir setiap hari Anda dibombardir SMS menawarkan KTA. Perlukah Anda tanggapi? Saran kami, jangan. Pasalnya, dalam memohon KTA, banyak sekali dokumen-dokumen penting dan rahasia yang harus Anda serahkan. Dan kemudian Anda memilih menyerahkan kepada pengirim SMS, yang tidak Anda kenal sama sekali? Tentu bukan pilihan yang bijaksana. Untuk itu, lebih baik Anda menyambangi bank untuk mengurus KTA karena pasti lebih aman. 

Kartu kredit. Ini adalah sumber keuangan paling populer. Tak lain karena sifatnya yang sangat mudah didapatkan, namun tentunya dengan kompensasi bahwa bunga yang diterapkan adalah yang tertinggi di golongan kredit tanpa agunan. Ditambah lagi sistem bunga berbunga yang dikenakan, bila Anda tidak dapat melunasi cicilan sekaligus, membuat secara tagihan yang diterapkan atas utang Anda bisa jauh lebih besar dari 3,5 persen yang dinyatakan (bervariasi). Jadi, kalau tadinya Anda menjadikan kartu kredit sebagai pilihan pertama untuk mendapatkan sumber keuangan darurat, mulai sekarang masukkan pilihan kartu kredit sebagai pilihan terakhir. (readerdigest indonesia)